Breaking News
Loading...

Keluarga Pelindung Kehidupan

14/3-2016: EDI SUDARMANTO BIN PAWIRO SONTO (1) - LAMPUNG, 30/3-2016: AHMAD RIYANTO BIN JUMARI (1) - LAMPUNG, 9/5-2016: AGUSLIM BIN ABUSANI (1) - BEKASI, 9/5-2016: BAHTIAR BIN TARABEN (1) - BEKASI, 9/5-2016: ZULKIFLI BIN BAKHTIAR (2) - BEKASI, 9/5-2016: SALDI YUNOF BIN UYUN SUTAN BATUAH (2) - BEKASI, 11/6-2016: YATRISNAH BINTI ZAIRIN (2) - BANDUNG
Tuesday, April 5, 2016

Kiat Dan Trik Mendekatkan Anak Kepada Masjid

7:57:00 PM
Buah hati atau anak, menjadi bagian terpenting dalam sebuah keluarga. Orang tualah yang berperan paling dominan dalam memberikan pendidikan terhadap anaknya. Maka, sudah selayaknya, seorang anak mendapatkan perhatian dan pengawasan yang baik. Sesungguhnya, mendidik anak di usia belia, lebih baik dibanding kelak dia sudah bisa mencerna semuanya. Karena, kembali lagi, mendidik yang terbaik adalah bagaimana orang tua selalu memberikan energi positif bagi sang anak, ditambah lagi dengan momentum Ramadhan, menjadi waktu yang baik untuk mendidik anak menjadi generasi yag diharapkan orang tua.

Maka, perlu hati dan cara yang bisa memancing dan membangkitkan si anak tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang positif. Tentu apabila orang tua sudah bisa menilai sisi positif dari sang anak, hal itu bisa dikatakan berhasil bagi sang orang tua. Karena, hati dan watak anak di usia belia, bagaikan beningnya mutiara yang siap menerima segala sesuatu yang mewarnainya. Jika dibiasakan dengan hal­-hal yang baik, seperti membiasakan mendengarkan tilawah Alquran, salat berjamaah, bersedekah, dan lain sebagainya, maka ia akan berkembang dengan kebaikan, sehingga orang tua dan pendidiknya ikut serta memperoleh pahala. Sebaliknya, jika anak dibiasakan dengan hal­hal buruk, maka ia akan tumbuh dengan keburukan itu. Maka orang tua dan pendidiknya juga ikut memikul dosa karenanya.

Oleh karena itu, tidak selayaknya orang tua dan pendidik melalaikan tanggung jawab yang besar ini dengan melalaikan pendidikan yang baik dan penanaman adab yang baik terhadapnya sebagai bagian dari haknya. Di antara adab-­adab dan kiat dalam mendidik anak, dibawah ini ada 10 kiat dan trik bagi orang tua untuk memberikan yang terbaik bagi pendidikan anaknya di Ramadhan dan bulan-bulan mendatang. Berikut, beberapa poin yang bisa dijadikan sandaran bagi orang tua.

1. Sebagai langkah awal, sebaiknya orang tua bisa memahami karakter buah hatinya. Karena, sejak awal tipe dan kepribadian anak beragam. Ada yang berkarakter periang, pemalu. Atau mempunyai sifat introvert, extrovert atau penuh percaya diri. Sebaiknya orang tua perlakukan mereka sesuai dengan tabiatnya, jangan memaksakan anak untuk menjalani karakter lain. Atau memaksanya melakukan sesuatu yang dia belum merasa siap.

2. Orang tua harus menanamkan rasa cinta kepada anak, untuk membaca Alquran sedini mungkin. Apalagi saat bulan Ramadhan, merupakan waktu yang paling sering lantunan ayat Alquran terdengar. Entah itu dari surau, mushala atau masjid. Bahkan, dari siaran televsi pada bulan Ramadhan, berbagai acara yang bersinggungan dengan Alquran, begitu banyak.

3. Untuk menumbuhkan dan membiasakan anak dengan Alquran, biasakanlah sebagai orang tua memberikan contoh, misalnya saat selesai salat, kemudian tilawah Alquran. Dari kebiasaan ini, anak akan melihat apa yang dilakukan orang tuanya.

4. Selain itu, sesekali ajaklah anak Anda mengunjungi masjid yang jauh dari tempat Anda tinggal. Hal itu dilakukan, selain anak menjadi lebih sering mengunjungi masjid, dengan mengunjungi masjid dengan salat berjamaah, anak merasa bahwa kegiatan tersebut bukanlah sebuah beban. Melainkan sebuah kegiatan yang mengasyikan dan anak merasa ringan melakukan.

5. Pada saat itulah, waktu khusus untuk Anda berdua dengan anak, bisa menumbuhkan ikatan batin antara Anda dan anak. Selain itu, usahakan setiap hari ada waktu khusus untuk setiap anak. Akan lebih baik jika waktu libur dimanfaatkan untuk bersama keluarga.

6. Berikan contoh-contoh mulia bagi anak, seperti mengidolakan dan adab yang diberikan Rasulullah. Karena seperti diketahui, anak usia emas 0-5 tahun adalah peniru ulung, maka berhati-hatilah dalam bertingkah laku dan menjalankan kebiasaan. Dia memiliki daya ingat yang sangat kuat, jadi apapun yang anda lakukan bisa menjadi modalnya dalam berprilaku di saat dewasa.

7. Sebaiknya, orang tua menjaga pergaulan anak. Jangan biasakan anak bergaul dengan anak­anak yang biasa bermegah­ megahan dan bersikap angkuh. Jika hal ini dibiarkan maka bisa jadi ketika dewasa ia akan berakhlak demikian. 8. Jika memungkinkan, pilihlah kondisi lingkungan yang kondusif, artinya kondisi yang di mana, Anda tidak khawatir dengan pengaruh lingkungan setempat. Atau kondisi yang membuat Anda dan keluarga Anda lebih nyaman untuk beribadah dan salat berjamaah di masjid.

9. Tanamkan kebiasaan beramal dan melakukan perbuatan yang positif. Meski puasa, bisa dengan membersihkan ruangan rumah seperti menyapu atau mengelap jendela, membaca buku-buku bacaan, membaca majalah atau koran, menulis. Kemudian, bagi keluarga yang punya halaman berumput, biasanya setiap bulan sekali rumput akan jadi panjang dan tidak beraturan, maka anak bisa diajari juga bagaimana merapikan halaman. Mencuci kendaraan,baik motor maupun mobil, mengajaknya ke bengkel.

10. Siapkan reward (penghargaan) dan sanksi yang mendidik untuk amal baik dan amal buruknya. Ajarkan secara bertahap hukum-hukum syariah sebelum usia balig. Ajarkan anak bertanggung jawab terhadap kewajiban-kewajiban untuk dirinya, keluarganya, lingkungannya, dan dakwah Islam.

0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer