Hidup didunia ini bagai berdiri di hamparan padang Pasir yang terbentang luas, merasakan Lapar dan Dahaga. Menata dan Meniti kehidupan agar lebih Terhormat dan Bermartabat. Memilah dan Memilih yang Baik dan Benar agar terhindar dari Kehancuran. Janganlah kita bertopang di balik topeng Kemunafikan, tetapi bertopanglah di atas Kebenaran dan Kejujuran. By: Zulkarnain Tajir
Selamat Datang di Blog Zulkarnain Tajir. Blog Manajemen Etika dan Ilmu Pengetahuan. Komentar, saran atau pertanyaan dapat diajukan melalui buku tamu, kotak komentar blog atau email ke: seruntingsakti72@gmail.com.
Custom Search

Wednesday, April 21, 2010

BAGAIMANA AGAR DISUKAI ORANG LAIN?

Lain ladanag, lain belalang. Lain lubuk, lain ikannya. Begitulah yang ingin menunjukkan bahwa dalam setiap tempat yang berbeda, terkandung perbedaan juga pada budaya, tradisi, kesenian, serta karakter penduduknya. Perbedaan ini tidak bisa dipungkiri, karena anak yang dilahirkan kembar pun tetap memiliki perbedaan.

Pada dasarnya, setiap orang menginginkan dirinya dapat diterima, disukai, dan dihargai oleh orang lain. Padahal, kita hidup dalam lingkungan yang terdiri dari berbagai karakter manusia. Entah itu di rumah, sekolah, tempat kerja, atau di lingkungan yang lebih luas lagi, seperti antar daerah, bangsa maupun negara di seluruh dunia. Lalu bagaimana tindakan kita agar disukai orang lain?

Untuk menjawab pertanyaan itu, kita harus mengetahui hal-hal mendasar yang disukai oleh manusia. Dengan memahaminya, maka kita dapat bertindak seperti yang dikehendaki orang lain, dengan tidak mengabaikan karakter pribadi kita yang sebenarnya. Kita menyadari, sebagai makhluk sosial, sebenarnya keinginan orang lain tidak akan jauh berbeda dengan keinginan kita.

Hal-hal yang disukai manusia
1. Senang membantu orang lain.
Sudah sifat manusia, senang membantu siapa saja yang sedang membutuhkan bantuan. Di lain pihak, kita menyenangi seseorang yang ringan tangan membantu orang lain tanpa pamrih. Untuk itu, jika memang beban pekerjaan kita tidak bisa didelegasikan kepada orang lain, tolaklah secara halus tawaran bantuan yang datang.

2. Menghendaki citra pribadinya dapat diterima oleh orang lain.
Manusia menginginkan citra pribadinya dapat diterima oleh orang lain. Dalam hal ini, meskipun kurang sesuai dengan apa yang kita harapkan, kita harus berusaha menghormati sikap dan karakter mitra usaha kita. Dengan berjalanya waktu, kita berusaha agar terjadi penyesuaian dengan kebiasaaan kita.

3. Senang bila dirinya merasa dibutuhkan.
Tingginya derajat seseorang tergantung pada fungsiatau sejauh manaia dibutuhkan oleh masyarakat. Oleh karena itu, orang akan merasa senang bila dirinya merasa dibutuhkan. Jangan pernah meremehkan status seseorang, atau membedaka-bedakan sikap kita pada seseorang. Kesuksesan usaha kita salah satunya tergantung pada kualitas SDM serta kerjasama yang harmonis. Karenanya, bagaimanapun keadaan seseorang, bila sudah menjadi mitra kita, ia memberi andil dalam kesuksesan bersama.

4. Senang dipuji.
Kebanyakan orang senang dipuji dan ingin dihargai. Oleh karena itu, untuk membuka hubungan baik, berikanlah pujian yang tulus pada kelebihan seseorang, baik penampilan, sikap, atau pekerjaannya. Dengan demikian, ia akan merasa senang dan tertarik dengan apa yang kita sampaikan. Namun pujian yang berlebihan tidak disarankan, sebab bisa-bisa pujian tersebut dinilai negatif oleh lawan bicara kita.

5. Tidak suka dipaksakan kehendaknya.
Jangan terburu-buru mengambil keputusan terhadap suatu masalah, sebab setiap orang pasti memiliki pendapat yang berbeda untuk satu masalah. Orang pun senang bila diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya. Sampaikanlah topik pembicaraan dengan jelas dan diskusikan bersama-sama.

6. Tidak mau dipermalukan.
Hindari perbuatan yang dapat membuat orang lain malu di depan umum. Jika tindakan seseorang tidak berkenan di hati, bahkan menyakiti, sebaiknya ditegur secara pribadi dengan sopan tanpa perasaan dendam atau ingin mempermalukannya. Seseorang yang telah tersinggung oleh perbuatan kita, mungkin saja ia menceritakan kejadian tersebut kepada rekan-rekannya. Ini akan mempersempit ruang gerak usaha Anda.

7. Senang melihat yang rapi dan bersih.
Setiap orang merasa senang bila melihat sesuatu nampak rapi dan bersih. Untuk mulai menarik simpati, berpenampilanlah dengan rapi dan bersih. Ditambah nada berbicara yang sopan dan menarik, orang akan merasa senang berhubungan dengan kita.

8. Senang bila menjadi penting.
Kita harus berusaha dan bersikap yang menjadikan orang lain merasa penting dan dihaormati. Ciptakanlah suasana agar orang merasa dihormati. Beri kesempatan ia berbicara. Berikan perhatian kepadanya. Pada gilirannya, dia akan respek kepada kita dan dengan senang hati pula akan memperhatikan kita.

9. Suka kepada pendengar yang baik.
Setiap orang ingin didengar. Usahakanlah dalam setiap pembicaraan, kita menjadi pendengar yang baik, dalam arti jangan suka memotong pembicaraan lawan bicara. Hargailah pendapat orang lain. Jangan melihat pada siapa yang berbicara, tetapi simaklah inti pembicaraannya. Komunikasi dua arah yang lancar akan mendukung kesuksesan bersama.

10. Senang diberitahu.
Bagi kebanyakkan orang, khususnya yang berpikiran positif, mendapatkan saran dan kritik merupakan hal yang ditunggu-tunggu, karena hal itu akan menjadikannya sebagai pemacu untuk lebih berkembang dan meningkatkan kemampuan pribadi. Sampaikanlah saran, kritik, dan informasi dengan akrab, tanpa ada kesan menggurui.

11. Senang melihat wajah yang bersahabat.
Sebelum mengenal lebih jauh, pertama kali orang lain akan menilai sifat dan watak kita dari penampilan, terutama raut wajah. Orang lebih suka melihat wajah yang bersahabat, daripada wajah muram atau marah. Tersenyumlah sebagai sapaan ramah kepada setiap orang yang kita temui.

Akhirnya, selamat menerapkan langkah-langkah tersebut, agar keberadaan kita dapat diterima dan disukai oleh orang lain. Usaha kita pun menjadi lancar.

Oleh : Zulkarnain Tajir

No comments:

Post a Comment